Rabu, 27 Agustus 2014

Penasaran

Hari gini, sudah amat sangat jarang seorang Devia bersedia merangkaian kata karna seseorang atau sesuatu. bahkan untuk sesuatu yang menurut orang - orang menarik, saya hanya melihat sekilas sambil membatin "bodo amat". Mungkin saya memang sedang mengalami masa - masa day off untuk menulis dan merasa.

Tapi namanya juga hidup pasti ada berubahnya. saya rasa akan ada saatnya saya menemukan sesuatu atau seseorang yang membuka kotak pandora. seseorang yang membuat saya merangkaikan kata untuknya meski tanpa alasan yang masuk akal. semata - mata karena dia membangkitkan reaksi kimia untuk saya menulis lagi.

Dan akhirnya hari itu tiba...
Ini tulisan saya tentangmu, penumpang berkemeja kotak hitam

saya melihat kamu di angkot St.Hall - Dago.
bukan, bukan hanya melihat. saya memperhatikan kamu lekat - lekat. 
saya ingin merekam setiap jengkal tentangmu. 

Saya sudah duduk di sudut bangku sejak angkot ini ngetem di St.Hall, sedangkan kamu menyetop angkot dari daerah Jl. Merdeka. Begitu kamu naik, saya merasa ada magnet yang membuat bola mata ini tidak memalingkan wajah. Kamu tahu, saya tidak pernah percaya adegan terpesona di iklan - iklan pemutih wajah. sebelum hari ini.

Kita duduk hanya terpisah oleh satu penumpang lain. tapi karena saya duduk di sudut dan menghadap ke utara, kamu yang berada di depan saya dan menghadap ke barat. saya seolah - olah sedang menatap lurus ke jendela depan meski toh sepertinya melalui ujung matamu mungkin kamu merasakan tatapan mengawasi dari seseorang yang penasaran setengah mati di ujung sana.

Ibarat profesor sedang mengamati labu percobaaan. seperti itu pula saya memandangi kamu.

tapi saya tidak perlu tahu siapa namamu,
tidak perlu nomer PIN bb atau id Line milikmu.
saya hanya meminta satu permintaan padamu
sebelum kendaraan umum ini berhenti tanda kita harus berpisah, yang itu berarti hanya tersisa 1% kemungkinan kita bertemu kembali di sisa penghujung usia kita di bumi. Bisakah kamu memberikan sedikit tanda agar aku tahu..... sebenarnya apakah gendermu? lelaki berwajah cantikkah atau perempuan berbadan tegap?

ayolah, aku berharap tiba2 ada telepon ke handpohone yg mengahruskan mu mengeluarkan sebuah kata "halo".
tapi nyatanya, sampai tiba di tujuan kita masing - masingpun saya tidak pernah tau siapa kamu, dan kamu, tidak pernah menyadari kehadiran saya





0 komentar:

Posting Komentar