Selasa, 19 November 2019

Mengenal Sejenak Hening di Tengah Kehidupan yang Gaduh






Judul                            : Sejenak Hening

Penulis                          : Adjie Silarus
Penerbit                       :Metagraf-Tiga Serangkai
Tahun Terbit                : Agustus, 2013
Jumlah Halaman          : 310 halaman




Sebuah buku akan tetap berharga tidak peduli kapan tahun terbitnya. Demikian juga buku ini. Meski terbit dari tahun 2013 tetapi isinya masih sangat relevan dengan keadaan tahun 2019, kecuali  bagian hitsnya gawai blackberry :).


Membaca halaman demi halaman menyadarkan pada saya bahwa hidup kadang penuh dengan ketergesa-gesaan. serba buru – buru berpacu dengan waktu. Hingga melewatkan sesuatu hal yang mudah. Seperti bernafas dengan perlahan dan bersyukur. Jangan – jangan karena bersyukur itu terlalu mudah jadi sering disepelekan?


Hari masih terlalu dini, tetapi suasana sudah sedemikian ramai. Ramai dengan rencana – rencana di pikiran, ramai agenda a-z hari ini, ramai dengan sahut – sahutan komentar sosial media. Jangan lupakan berbagai berita viral yang selalu berganti tiap hari. Dan yang paling gaduh, suara – suara kecil dalam hatimu yang berbisik “ayo cepetan”, “buruan” dll.


Jika gambaran tersebut relate dengan apa yang kamu rasakan akhir – akhir ini. Mungkin ada yang harus kamu lakukan. Pause, Sejenak hening sebelum kemudian berjalan lagi.


Apakah sejenak hening itu?

Mindfulness. Itu yang saya tangkap selesai membaca buku dengan 310 halaman ini. Setiap halaman mengajarkan kita untuk tenang, tidak tergesa – gesa dan menyadari bahwa banyak keping kebahagiaan di sekitar kita.


Sejenak hening, terasa sebuah oase bagi yangmerasakan kehausan. Tanpa menggurui, sang penulis Adjie Silarus mengajarkan tip – tip sederhana agar kita bisa merasakan sebuah ketenangan sekaligus kedamaian.


Sebuah bagian paling favorit bagi saya dalam buku ini adalah berlatih sejenak hening. Saya tahu yang merasakan suasana serba buru – buru bukan hanya saya saja. Oleh karena itu izinkan saya mencuplik sebuah tip yang ambil dari buku ini. Semoga semakin banyak yang mengetahui, semakin banyak yang merasakan kedamaian.


BERLATIH SEJENAK HENING


Sejenak Hening ini melatih diri supaya kita dapat menenangkan diri di segala situasi. Kapan bisa dilakukan ? setiap saat, bahkan jika kamu hanya punya waktu satu menit saja. di mana ? Dimanapun kamu mempunyai waktu luang. Berikut langkah – langkahnya


1. Ciptakan suasana hening

2. Duduk

3. Posisi kaki rileks. Telapak kaki menyentuh lantai

4. Posisi tangan santai. Di atas lutut atau paha

5. Posisi badan tegak dan tidak bersandar

6. Usahakan untuk diam. Tidak bergerak

7. Pejamkan mata. Jika anda berkacamata sebaiknya dilepas dulu.

8. Pikiran hanya fokus dan terkonsentrasi pada napas. Napas yang dihirup dan napas yang diembuskan melalui hidung. Bukan memikirkan hal yang lain

9. Saat menghirup napas, katakan dalam hati, “Menghirup napas, saya tahu saya sedang menghirup napa.” lemudian napas dihembuskan , katakan dalam hati, “menghembuskan napas, saya tahu saya sedang menghembuskan napas. “Bisa juga dengan hanya mengatakan “masuk” dan “keluar”.

10. Pikiran kita sudah mulai memikirkan hal – hal yang sudah terjadi atau gelisah dan khawatir terhadap segala yang belum terjadi . Tidak apa –apa. Sadarilah ke mana pikiranmu kemballi ke napas lagi, melatih pikiran hanya di saat ini, di sini, sekarang…


Latihan ini mungkin tidak langsung akan mengatasi semua permasalahan. Tetapi dengan konsistensi, akan ada perbedaan signifan. kesimpulannya sangat berharga untuk dicoba.


Berlatih sejenak hening ini hanya satu di antara banyaknya bagian yang menarik di buku ini. Saat buku ini sampai ke pangkuanmu, jangan lewatkan bagian Pelukan untuk kemarahan untuk meredakan emosimu, Terapi Kelereng, Terima dan Kasih serta puluhan tulisan indah lainnya. Selamat membaca dan mari sejenak hening.



0 komentar:

Posting Komentar