Menjaga Kesehatan Mental Pada Masa Pandemi

 Halo...Assalamualaikum :)


Bagaimana kabar Februarimu? Is everything okay?

Memamh sih kita masih harus sabar - sabar untuk menghadapi masa pandemi yang belum terlihat kapan hilal akan berakhirnya. Meski begitu, aku harap kamu belum dan tidak akan bosan untuk mengikuti segala anjuran menjaga diri dari sekitar dari si virus ini.

Sekarang sudah banyaaak banget info dan kampanye menjaga kesehatan dari berbagai media baik dari media sosial, tv, media cetak dll. And i agree 10000%. Menjaga kesehatan fisik itu penting banget apalagi saat pandemi seperti sekarang.

.

Nah kali ini yang mau aku bahas adalah cara menjaga kesehatan mental ditengah krisis seperti ini. 

Sama pentingnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga jangan sampai diabaikan ya.

1. Lakukan kegiatan yang cocok dengan dirimu sendiri.

Cocok disini dalam arti bisa bikin lebih tenang,lebih happy atau sekedar punya pesonal space. 

Misal ada yg melakukan katarsis dengan menulis diary, atau mendalami hobi lama. Ada juga yang mendengarkan ceramah, beribadah sunnah lebih rajin dll.


2. Relaks

Mungkin agak kontradiktif dengan nomer sebelumnya, tapi relaks juga sangat diperlukan untuk kesehatan mental.

Jika pada masa 'dirumah aja' ini kamu tidak menambah skill baru, nilai anak tidak paling tinggi, atau sama sekali tidak membuat sesuatu yang 'wah'. Its okay, its really okay.

Setiap orang punya masanya masing2 untuk 'berlari'. .


3. Ketahui batas limit diri kita.

Ada orang-orang yg mencari tahu setiap detil perkembangan virus corona. Thats good!. Ada juga yang cukstaw alias cukup tau aja dengan keadaan umum di negara kita. Thats good too. Selama, kita sama - sama mematuhi anjuran2 pencegahan virus ini.

Kenapa? Karena batasan orang2 berbeda-beda dan tingkat kecemasan juga berbeda-beda. .


4. Berterimakasih dengan apa yang dimiliki. 

Kadang rasa kekurangan dan kepanikan itu itu berakar dari ketidaksadaran dengan apa yang dimiliki. Tips merasa cukup bisa dimulai dengan memperhatikan semua benda yang ada di sekitar kita. Apa yg terlihat? Layar handphone? Langit-langit rumah? Selimut hangat?. Bukankah itu sebuah privilege yg kita miliki? :)

5. Berserah tapi bukan pasrah. 

Pasrah artinya diam tidak melakuakan usaha sementara berserah ada saat setelah melakukan ikhtiar yang kita bisa.

Mengutip quotes anonymious "Do the best and pray.  Let ALLAH do the rest.

.

Semoga sehat selalu.

Share:

0 komentar